Minggu, 29 Mei 2016

LULUS UN 2016, TANPA BELAJAR DARI BUKU?
KOQ BISA?

Ujian Nasional merupakan ujian akhir yang sangat menentukan bagi para pelajar mulai dari SD, SMP dan SMA. Namun, Ujian Nasional tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Ujian Nasional tahun ini tidak digunakan sebagai penentu kelulusan. Tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap serius mempersiapkan Ujian Nasional karena beberapa perguruan tinggi masih menggunakan nilai Ujian Nasional sebagai pertimbangan.
Namun, apakah teman-teman percaya jika seseorang lulus Ujian Nasional 2016 tanpa belajar dari buku?. Kelihatannya jelas tidak mungkin seseorang dapat belajar tanpa buku. Tetapi, ini kenyataannya terjadi pada saya sendiri. Namun sebelumnya, saya ingin mengingatkan bahwa saya tidak menganjurkan teman-teman untuk tidak membaca buku ya. Membaca buku itu sangat penting karena ilmu apapun itu pasti dimulai dari membaca buku. Lantas mengapa judulnya seperti itu ya?. Penasaran?. Check this out! :D


Awal tahun 2016, tepatnya pada bulan Januari dimana pada saat itu hari pertama masuk sekolah, kami para siswa kelas XII berkumpul untuk menerima informasi mengenai Ujian Nasional. Pada saat informasi itu disampaikan, betapa terkejutnya kami bahwa Ujian Nasional akan dilaksanakan pada bulan April tepatnya pada minggu pertama dengan menggunakan sistem CBT (Computer Based Test). Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa sekolah kami dipercaya untuk melaksanakan Ujian Nasional dengan menggunakan sistem CBT. Hal ini dikarenakan pada tahun-tahun sebelumnya sama sekali tidak pernah dilaksanakan Ujian Nasional berbasis CBT, apalagi di daerah saya pada saat itu sering terjadi pemadaman listrik.
Saya semakin bingung akan hal itu dan bertanya-tanya. Bagaimana mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dengan harus belajar dari materi kelas X, XI dan XII dalam waktu kurang lebih 3 bulan?. Bagaimana jika pada saat pelaksanaan Ujian Nasional CBT terjadi pemadaman listrik?. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berputar di kepala saya.
Suatu hari, saya dan teman-teman sedang berkumpul membicarakan tentang persiapan Ujian Nasional. Banyak diantara mereka sudah mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Namun, ada juga yang hanya mengikuti bimbingan belajar di sekolah, termasuk saya sendiri. Tetapi, saya rasa itu semua tidak cukup. Saya kembali berpikir, apakah ada cara lain untuk mendapat bimbingan belajar tanpa harus menguras tenaga, waktu dan uang yang banyak?. Hingga pada akhirnya, salah satu guru saya yang bernama Pak Fatur memberikan saya brosur tentang Quipper Video. Quipper tidaklah asing bagi kami karena di sekolah kami juga menggunakan Quipper sebagai salah satu metode pembelajaran yang sangat menyenangkan.


Setelah saya membaca brosur tersebut, saya tertarik dan ingin bergabung menggunakan Quipper Video. Ini karena Quipper Video menyediakan segala fasilitas yang saya butuhkan. Mulai dari video pembelajaran dengan tutor yang sangat menyenangkan, kelengkapan materinya mulai dari KTSP hingga Kurikulum 2013 dan videonya dapat diputar berulang kali. Sehingga, kita tidak perlu mengorbankan waktu dan tenaga untuk pergi ke tempat bimbingan belajar karena Quipper Video ini dapat di akses kapanpun dan dimanapun selagi ada koneksi internetnya ya teman-teman. Selain itu, harganya yang sangat terjangkau membuat kita tidak perlu menguras semua isi dompet dan ini adalah akun Quipper Video milik saya. :)


Beberapa bulan kemudian, tibalah hari yang ditunggu-tunggu yaitu pelaksanaan Ujian Nasional. Berbagai persiapan telah saya lakukan dengan maksimal, salah satunya belajar dengan menggunakan Quipper Video. Hari pertama berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. Namun, perjalanan tidak selamanya mulus. Malam harinya, pada saat saya mempersiapkan untuk ujian selanjutnya, tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Saya menjadi cemas dan khawatir bahkan ingin rasanya menangis karena tidak mungkin dapat belajar dengan keadaan gelap seperti itu. Apalagi ujian selanjutnya adalah Kimia.
Untungnya pada saat itu laptop saya masih menyala. Akhirnya, saya hanya belajar dengan menggunakan Quipper Video. Walaupun hanya 3 jam, saya merasa lebih cepat paham dan mengerti materinya dibandingkan dengan membaca seluruh materi di buku. Ini terbukti keesokan harinya saya merasa lebih tenang dan lancar dalam menjawab soal. Sejak saat itu, saya lebih banyak belajar dengan menggunakan Quipper Video.
Rintangan dan cobaan dalam menghadapi Ujian Nasional tidak berhenti sampai disana. Tepatnya pada hari keempat saat ujian Biologi dilaksanakan, lagi-lagi terjadi pemadaman listrik yang membuat semua siswa cemas. Kira-kira hampir 30 menit kami harus menunggu. Beruntungnya kami belum menjawab soal sehingga waktu 30 menit tersebut saya gunakan untuk membuka Quipper Video. Begitulah beberapa rintangan dan cobaan yang saya hadapi hingga pelaksanaan Ujian Nasional berakhir dengan sukses dan lancar.
Kemudian, kurang lebih satu bulan kami menunggu untuk mengetahui hasil Ujian Nasional dan tepatnya tanggal 7 Mei 2016, hari itupun tiba. Di sekolah saya, pengumuman Ujian Nasional dilakukan dengan menggunakan prosesi wisuda yang berlangsung sangat hikmat. Ketegangan mulai menyelimuti ketika bapak Kepala Sekolah berdiri di podium untuk mengumumkan kelulusan. Beberapa menit kemudian, ketegangan itu berubah menjadi tangis haru dan senyum bahagia karena kami semua dinyatakan LULUS 100%.


Tidak hanya sampai disitu. Pengumuman 10 besar wisudawan terbaik tiap jurusan menambah keriuhan suasana di dalam Aula tersebut. Ketika pembawa acara berdiri dan mulai mengumumkan siapa saja yang menjadi wisudawan terbaik, jantung saya berdetak lebih cepat. Berharap-harap cemas, apakah saya termasuk dalam 10 besar wisudawan terbaik itu?. Ternyata Allah SWT. memberikan kenikmatannya kepada saya. Alhamdulillah saya masuk dalam daftar 10 besar wisudawan terbaik jurusan IPA. Yang paling mengejutkan saya lagi, ternyata saya menduduki peringkat pertama. :) Rasa bersyukur seketika saya haturkan kepada Allah SWT. Saya pun tidak bisa menahan tangis bahagia karena momen tersebut disaksikan oleh para orang tua siswa, termasuk ibu saya yang hadir pada saat itu. :')
Dengan masih berlinang air mata, saya pun maju untuk menerima penghargaan beserta para wisudawan terbaik lainnya. Setelah saya menerima penghargaan tersebut, saya kemudian berlari menghampiri ibu saya yang duduk di barisan para orang tua siswa dan langsung memeluknya karena kebahagiaan yang tak kuasa saya bendung. Walaupun begitu, saya sedih karena ayah saya berhalangan hadir sehingga tidak dapat melihat secara langsung momen bahagia tersebut. Tak lama kemudian, prosesi wisuda pun selesai. Hari itu menjadi hari yang sangat bersejarah bagi saya dan tidak akan pernah saya lupakan. :')


Perjalanan masih sangat panjang. Bagi saya, pengumuman kelulusan tersebut adalah awal dari sebuah perjuangan karena yang paling sangat menentukan masa depan adalah hasil SNMPTN. SNMPTN adalah langkah awal bagi saya untuk dapat masuk perguruan tinggi negeri dan mewujudkan cita-cita saya. Sehingga saya sangat berharap untuk bisa lulus SNMPTN. Dua hari setelah pengumuman, tepatnya tanggal 9 Mei 2016 pukul 14.00 WITA adalah pengumuman SNMPTN. Dibandingkan dengan pengumuman kelulusan, hari itu benar-benar membuat saya tidak tenang. Sekitar 10 menit sebelum pukul 14.00 WITA, saya sudah bersiap di depan laptop ditemani oleh ibu saya. Bahkan, ayah saya yang pada saat itu akan mengantar adik saya untuk les juga menyempatkan waktunya untuk menemani saya.
Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tepat pukul 14.00 WITA, saya membuka website SNMPTN untuk melihat hasil pengumuman. Betapa terkejutnya saya saat melihat hasil tersebut karena saya dinyatakan lulus di Fakultas Kedokteran. Saya pun langsung memeluk kedua orang tua saya sambil menangis haru merasa tidak percaya. Rasa syukur yang sebesar-besarnya seketika saya panjatkan kepada Allah SWT. dan kedua orang tua saya. Alhamdulillah, ternyata perjuangan saya selama ini tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Terima kasih Ya Allah. :')


Setelah pengumuman SNMPTN, saya tidak langsung melupakan satu hal yang juga telah membantu saya dalam meraih cita-cita saya yaitu Quipper Video. :) Saya masih tetap menggunakan Quipper Video untuk belajar karena walaupun saya telah dinyatakan lulus SNMPTN, saya juga ingin mencoba keberuntungan untuk mengikuti tes masuk PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) lainnya. Saya sangat berterima kasih kepada Quipper Video karena telah menjadi solusi belajar untuk saya. Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain, terutama bagi adik-adik yang tahun depan akan mengikuti Ujian Nasional. Satu hal yang ingin saya tekankan, bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Seberapa banyak rintangan dan cobaan yang kita hadapi, pasti akan ada solusinya.
Teruslah berusaha, berdo'a dan tetap optimis. "YOU DON'T HAVE TO BE PERFECT BUT YOU JUST HAVE TO BE REAL! FIGHTING!". Terima kasih Quipper Video. :)

Note : "Buat adik-adik para pejuang UN tahun depan, terus semangat mengejar impianmu ya. Jangan pernah cepat putus asa. Dan untuk teman-teman seperjuangan yang masih gagal, masih banyak jalan menuju Roma. Jangan pernah menyerah untuk selalu menggali informasi. Salah satunya yaitu Quipper Video Blog. Disana teman-teman akan mendapatkan banyak sekali informasi seputar dunia pendidikan. Mulai dari informasi tentang SBMPTN, Ujian Nasional dan masih banyak lagi. Jadi, teruslah berusaha karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha". ^_^ #QVBlog

2 komentar:

  1. Good Luck kawan :)
    mampir juga : http://www.septhianyogas.id/2016/05/susah-belajar-lewat-buku-lulus-un.html

    BalasHapus
  2. Ceritanya keren, inspiratif. Semoga tambah sukses ya..

    BalasHapus